Jumat, 10 Juni 2016

Danau biru

Danau biru ~ 2 jam perjalanan hiking menuju danau kaco, danau kaco merupakan danau unik berair jernih yang berwarna biru seperti kaca sering juga di sebut mirror lake, terletak di kabupaten kerinci, provinsi jambi tepatnya di kampung halaman saya di desa Lempur, bangga menjadi orang lekuk 50 tumbi lempur. Danau ini berada di kawasan Taman Nasional Kerinci seblat ( TNKS) yang merupakan situs warisan UNESCO

Danau kaco yang masyarakat setempat menyebutnya, terletak di ketinggian 1289 Mdpl, dengan luas seperempat lapangan sepak bola dan kedalaman yang masih misteri walau banyak peneliti yang mencoba melakukan penyelaman namun oksigen habis sebelum menyentuh dasar, meski demikian danau ini memiliki keindahan tersendiri di balik rimbunnya pepohonan di sekitar, mitos yang berkembang di masyarakat lahirnya danau kaco ini bermula dari seorang putri yang anggun jelita dengan kulit putih dan gigi bagai intan,yang terbenam di danau ini. keajaiban lain nya pada malam hari danau ini mengeluarkan atau memantulkan cahaya, yang membuat daerah sekitar danau menjadi terang tanpa mengunakan penerangan apapun lagi, untuk itulah banyak para backpacker yang membuat camp untuk menginap dan melihat keindahan danau kaco ini pada malam hari.

Dari beningnya air danau kaco, hidup dan berkembang ikan semah yang merupakan ikan endemik di kerinci, ikan ini mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, apalagi dari segi kuliner rasa ikan semah juaranya paling enak. untuk pelastarian ikan semah di danau kaco yang merupakan ikan asli danau ini masyarakat adat lempur mempunyai pelarangan untuk tidak mengambil ikan ini di danau kaco, meski demikian ada keunikan lain lagi ikan semah di danau kaco tidak akan mau di pancing atau ditangkap seakan ikan ini pintar dan juga mempunyai nalar dan pikiran layaknya manusia, bagi pengunjung yang berenang harus steril dan tidak boleh mengunakan bahan kimia seperti sampoo dan lain-lain sejenis, untuk itu buang lah sampah pada tempatnya.

Dan danau indah ini merupakan tujuan Hiking saya bersama dua orang rekan seperjuangan, Pertama keberangkatan kami dari desa lempur mengunakan sepeda motor seterusnya sampai di benteng depati parbo, yaitu benteng bersejarah kepahlawanan masyarakat kerinci khusus nya lempur menghalau penjajah yang ingin masuk ke kerinci, di pimpin oleh depati parbo. Benteng ini berbentuk gundukan tanah seperti bukit dengan tugu bambu runcing, di puncak tugu ada simbol depati parbo yaitu keris berkelok sembilan.
beruntung hari yang cerah sesampainya di sini telah di siap kan tempat parkir swadaya masyarakat sekitar, melewati benteng depati parbo untuk menuju danau kaco kita harus berjalan kaki dan tidak ada jalan raya melainkan kita harus melewati jalan setapak yang berlumpur dan mendaki, tapi itu lah di balik keseruannya....

Setelah melewati jalanan setapak yang berliku kami beristirahat di shelter 1(satu), dan ada 2(dua)shelter lagi yang harus di lewati untuk sampai ke danau kaco, kami beristirahat sambil menikmati hamparan hutan lebat yang masih asri, mendengarkan merdunya suara burung-burung, hutan ini termasuk dalam kawasan hutan adat lekuk 50 tumbi lempur, kenapa istilah nya begitu ? karna menurut tembo(silsilah) dahulunya lempur pertama kali di isi oleh 50 kepala keluarga. hutan ini tidak boleh di tebang, diambil kayunya atau pun di rusak. melanjutkan perjalanan dengan bahan bakar semangat, kaki kami mulai mamasuki lumpur kita harus hati-hati dan jeli karna di sini banyak vampire kecil (pacet) namun tak masalah maju terus.... shelter 2(dua) terlewati, kami melanjutkan perjalanan dengan harapan cepat sampai tujuan. saking semangatnya teman saya sampai berlari-lari kecil (jogging) selama di perjalanan yang sudah di lewati kami beruntung dapat melihat flora dan fauna unik dan eksotik yang jarang di jumpai di kehidupan sehari-hari, melewati shelter 3(tiga) kami menyeberangi sungai Manjuto seterusnya mendaki bukit-bukit dan melewati hutan bambu, lalu mengitari pohon-pohon besar yang mungkin usia nya sudah berkali-kali lipat dari saya dan memanjat tebing mengunakan tali-tali akar, kemudian setelah 2(dua) jam perjalanan mengarunggi rimba akhirnya kami sampai ke tujuan(danau kaco). suasana sejuk kian terasa, di balik rimbun nya pohon kami melihat rona biru yang cerah wahh. itu dia danau kaco nya, indahhh sekali .... kami bagai menemukan permata biru di dalam hutan. Saya sempat termenung memandang ke tengah danau yang jernih sambil melihat ikan-ikan lalulalang menampakan wujudnya seakan menyambut kedatangan kita, lalu kami bergabung dengan traveller lain ternyata dari mereka ada yang dari mancanegara, penat letih seakan tidak terasa dan terbayar lunas akan keindahan danau ini, dingin seakan menjalar kesekujur tubuh ketika kita menyentuh air nya fresh!! danau kaco tidak akan membuat kita merasa puas untuk menikmatinya, kami mau menginap dan merencanakan pulang besok namun terbatas nya perlengkapan dan sarana membuat kita harus pulang sekarang juga, dan di lain waktu akan kesini lagi.
Benteng depati parbo
Hutan yang masih asri
Bungga putih asia

Shellter Satu
Sungai manjuto


Danau kaco

Anak-anak ikan Semah
Lelah seakan tak terasa ketika sampai di danau kaco
Kreativitas para petualang
Mutiara biru di tengah hutan
Traveller dari mancanegara
Lestarikan dan jaga selalu aquarium alam desa lempur





@foto by ivan_d

Rabu, 01 Juni 2016

7 days in the Sea



7 days in the sea.... Begitulah yang bisa saya gambarkan saat hendak berlayar dari kota Jambi ke kota pahlawan Surabaya. ini bagian dari misi pengawalan Polairud jambi dan kali ini saya ditugaskan bersama bapak ZUL yg Merupakan anggota Senior di Polairud, dan kapal yang mau di kawal, adalah kapal Tagboat dengan muatan CPO dari perusahaan Swasta. kapal tagboat adalah kapal mungil yang speed nya pelan namun kuat menarik beban berat di belakangnya. permintaan pengawalan di laut seringkali.... mengingat akhir-akhir ini sering terjadi perampokan di laut oleh bajak laut. pertama perjalanan kami di suguhi pelangi sore di pelabuhan talang duku jambi, indahnya.... 



Fort of Jambi


Keesokan hari, kapal masih menyusuri sungai batang hari untuk menuju ke laut .... dan tanpa disadari perjalanan kapal sudah mencapai muara yaitu tepat nya di kampung laut, tanjung jabung timur. kapal sudah melewati muara sungai batang hari dan selanjutnya menuju ambang luar yaitu 
laut lepas. 



Sungai batang hari


Ambang luar, Rawan bajak laut 



Hari ke empat, menjelang pagi saya terbangun dan meloncat cepat dari tempat tidur lalu bergegas menuju anjungan untuk melihat kondisi laut pagi ini. WOW! ternyata 
pemandangan nya jauh lebih indah dari yang saya bayangkan sebelumnya. langit biru yang cerah di isi matahari yang mulai manampakan wujudnya, laut biru tosca dan diiring suara gelombang air yang membuat saya mengambil nafas panjangg, menutup mata dan mencoba menikmati nya sambil berucap " Ini kah kuasa mu Ya Allah? "....









Siang hari terasa cukup panas karna air laut yang mulai menguap meningalkan garam di atas lempeng besi, saya berharap dapat melihat lumba-lumba namun mereka tidak menampakan wujud nya, dari kejauhan nampak beberapa perahu ikan punya bapa-bapa nelayan yang mencari ikan dengan alat tangkap sederhana berupa jaring, 
ehh ada nelayan yang menghampiri kapal yang lagi berlayar sambil menawarkan hasil tangkapan nya, bapa-bapa nelayan mengeluarkan ikan kakap merah dari sebuah box yang terlihat juara ada juga beberapa ikan lainnya yang tidak kalah menarik. 
setelah kapal nelayan merapat. saya dan Koki kapal langsung menghampiri, 
sambil membeli ikan yang sudah dibayangkan akan menjadi menu makan siang kami di atas kapal.




kakap merah



Hari ke lima pelayaran, kapal sampai di selat bangka. 
Selat bangka adalah selat yang memisahkan pulau sumatra dan pulau bangka, namun menurut isu yang beredar di perairan ini merupakan kuburan harta karun, kenapa ? karna banyak nya kapal pengangkut hasil tambang yang tengelam di selat ini sejak abad ke-7 masehi, sehingga di bawah laut merupakan kuburan kapal dan harta benda yang berharga yang belum sempat diangkat, maka di sebut-sebut kuburan harta karun. melanjutkan perlayaran posisi kapal berada di koordinat 1 57.118 S / 104 55.177 E. kita harus melewati selat ini untuk sampai ke laut jawa dan seterusnya sampai ke tujuan (Surabaya). dan terlihat itu pulau bangka, pulau ini terletak di tempat yang strategis dan sangat indah dengan batu besarnya terlihat dari kejauhan, saya hanya memandang dari jauh mengunakan teropong, namun sebenarnya pengen mampir sehari duahari atau paling tidak dapat melihat keindahan disana yang katanya banyak bintang laut, pantai tanjung pesona indah, pantai tikus yang unik dan batu garnit besar yang menyerupai kapal yang sedang berlayar, mungkin lain waktu .... 


bangka island


Setelah melewati selat bangka pelayaran sampai di laut jawa, laut yang terletak diantara pulau kalimantan dan pulau jawa ini menurut kisah dari para nelayan, 
laut jawa termasuk dalam lokasi tengelamnya kota Atlantis yang terkenal itu namun kebenaran nya masih belum terungkap. 
laut jawa mempunyai luas 310.000 km2 termasuk perairan dangkal namun terkenal dengan gelombang ombaknya. 
dan benar saja kapal mulai oleng, di hantam dari depan kiri-kanan oleh ombak-ombak sampai 3 meter tingginya, satu persatu crew kapal pun mulai tepar dan beberapa hari kedepannya kita akan seperti ini, seperti di ayunan besar bagai semut di dunia yang luas....
akan seperti ini seterusnya sampai melewati  laut jawa, Salam pelaut. 

diakhir senja saya duduk di anjungan kapal diterpa angin laut sepoy-sepoy, menikmati sunset indah bersama crew kapal, sambil beryanyi beberapa lagu, 
mengikuti irama ombak yang membuat kita bergoyang dengan sendirinya, 
hari pun terisi dengan ceria dan memangkas jatah melamun saya. 
musik gitar menutup hari yang sempurna dan saya pun siap menyambut hari esok.






Dan senja yang indah ini akan menjadi gelap, bersyukur kita masih di beri sesuatu yang tak bisa di beli yaitu "waktu"

Pagi yang cerah di hari ke tujuh pelayaran atau hari terakhir, pelayaran sudah melewati pulau karang jamuang dan mendekati muara surabaya selanjutnya memasuki kawasan pelabuhan tanjung perak di kiri kanan banyak sekali kapal-kapal yang lego jangkar. 
akhirnya yang ditunggu-tunggu Finish !! kita sampai di bouy 3 pisangan samping kontainer bongkar muat di pelabuhan tanjung perak, Surabaya. lalu kapal olah gerak dan lego jangkar selanjutnya standbye menunggu antrian bongkar muat, bersyukur selama pelayaran tidak ada hal yang tidak di inginkan, banyak pengalaman yang saya alami dan teman baru tentunya. tugas pengawalan kami pun selesai. kamipun berpamitan dengan Nahkhoda dan Crew kapal, esoknya kami bertolak lagi ke jambi via udara. 

karang jamuang island 





@Foto by Ivan_d