Danau biru ~ 2 jam perjalanan hiking menuju danau kaco, danau kaco merupakan danau unik berair jernih yang berwarna biru seperti kaca sering juga di sebut mirror lake, terletak di kabupaten kerinci, provinsi jambi tepatnya di kampung halaman saya di desa Lempur, bangga menjadi orang lekuk 50 tumbi lempur. Danau ini berada di kawasan Taman Nasional Kerinci seblat ( TNKS) yang merupakan situs warisan UNESCO
Danau kaco yang masyarakat setempat menyebutnya, terletak di ketinggian 1289 Mdpl, dengan luas seperempat lapangan sepak bola dan kedalaman yang masih misteri walau banyak peneliti yang mencoba melakukan penyelaman namun oksigen habis sebelum menyentuh dasar, meski demikian danau ini memiliki keindahan tersendiri di balik rimbunnya pepohonan di sekitar, mitos yang berkembang di masyarakat lahirnya danau kaco ini bermula dari seorang putri yang anggun jelita dengan kulit putih dan gigi bagai intan,yang terbenam di danau ini. keajaiban lain nya pada malam hari danau ini mengeluarkan atau memantulkan cahaya, yang membuat daerah sekitar danau menjadi terang tanpa mengunakan penerangan apapun lagi, untuk itulah banyak para backpacker yang membuat camp untuk menginap dan melihat keindahan danau kaco ini pada malam hari.
Dari beningnya air danau kaco, hidup dan berkembang ikan semah yang merupakan ikan endemik di kerinci, ikan ini mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, apalagi dari segi kuliner rasa ikan semah juaranya paling enak. untuk pelastarian ikan semah di danau kaco yang merupakan ikan asli danau ini masyarakat adat lempur mempunyai pelarangan untuk tidak mengambil ikan ini di danau kaco, meski demikian ada keunikan lain lagi ikan semah di danau kaco tidak akan mau di pancing atau ditangkap seakan ikan ini pintar dan juga mempunyai nalar dan pikiran layaknya manusia, bagi pengunjung yang berenang harus steril dan tidak boleh mengunakan bahan kimia seperti sampoo dan lain-lain sejenis, untuk itu buang lah sampah pada tempatnya.
Dan danau indah ini merupakan tujuan Hiking saya bersama dua orang rekan seperjuangan, Pertama keberangkatan kami dari desa lempur mengunakan sepeda motor seterusnya sampai di benteng depati parbo, yaitu benteng bersejarah kepahlawanan masyarakat kerinci khusus nya lempur menghalau penjajah yang ingin masuk ke kerinci, di pimpin oleh depati parbo. Benteng ini berbentuk gundukan tanah seperti bukit dengan tugu bambu runcing, di puncak tugu ada simbol depati parbo yaitu keris berkelok sembilan.
beruntung hari yang cerah sesampainya di sini telah di siap kan tempat parkir swadaya masyarakat sekitar, melewati benteng depati parbo untuk menuju danau kaco kita harus berjalan kaki dan tidak ada jalan raya melainkan kita harus melewati jalan setapak yang berlumpur dan mendaki, tapi itu lah di balik keseruannya....
Setelah melewati jalanan setapak yang berliku kami beristirahat di shelter 1(satu), dan ada 2(dua)shelter lagi yang harus di lewati untuk sampai ke danau kaco, kami beristirahat sambil menikmati hamparan hutan lebat yang masih asri, mendengarkan merdunya suara burung-burung, hutan ini termasuk dalam kawasan hutan adat lekuk 50 tumbi lempur, kenapa istilah nya begitu ? karna menurut tembo(silsilah) dahulunya lempur pertama kali di isi oleh 50 kepala keluarga. hutan ini tidak boleh di tebang, diambil kayunya atau pun di rusak. melanjutkan perjalanan dengan bahan bakar semangat, kaki kami mulai mamasuki lumpur kita harus hati-hati dan jeli karna di sini banyak vampire kecil (pacet) namun tak masalah maju terus.... shelter 2(dua) terlewati, kami melanjutkan perjalanan dengan harapan cepat sampai tujuan. saking semangatnya teman saya sampai berlari-lari kecil (jogging) selama di perjalanan yang sudah di lewati kami beruntung dapat melihat flora dan fauna unik dan eksotik yang jarang di jumpai di kehidupan sehari-hari, melewati shelter 3(tiga) kami menyeberangi sungai Manjuto seterusnya mendaki bukit-bukit dan melewati hutan bambu, lalu mengitari pohon-pohon besar yang mungkin usia nya sudah berkali-kali lipat dari saya dan memanjat tebing mengunakan tali-tali akar, kemudian setelah 2(dua) jam perjalanan mengarunggi rimba akhirnya kami sampai ke tujuan(danau kaco). suasana sejuk kian terasa, di balik rimbun nya pohon kami melihat rona biru yang cerah wahh. itu dia danau kaco nya, indahhh sekali .... kami bagai menemukan permata biru di dalam hutan. Saya sempat termenung memandang ke tengah danau yang jernih sambil melihat ikan-ikan lalulalang menampakan wujudnya seakan menyambut kedatangan kita, lalu kami bergabung dengan traveller lain ternyata dari mereka ada yang dari mancanegara, penat letih seakan tidak terasa dan terbayar lunas akan keindahan danau ini, dingin seakan menjalar kesekujur tubuh ketika kita menyentuh air nya fresh!! danau kaco tidak akan membuat kita merasa puas untuk menikmatinya, kami mau menginap dan merencanakan pulang besok namun terbatas nya perlengkapan dan sarana membuat kita harus pulang sekarang juga, dan di lain waktu akan kesini lagi.
 |
| Benteng depati parbo |
 |
| Hutan yang masih asri |
 |
Bungga putih asia
Shellter Satu
|
 |
Sungai manjuto
|
 |
Danau kaco
Anak-anak ikan Semah
|
 |
| Lelah seakan tak terasa ketika sampai di danau kaco |
 |
| Kreativitas para petualang |
 |
| Mutiara biru di tengah hutan |
 |
| Traveller dari mancanegara |
 |
Lestarikan dan jaga selalu aquarium alam desa lempur
|
@foto by ivan_d
Tidak ada komentar:
Posting Komentar